Sejarah Internet Di Dunia Dan Di Indonesia

Diposting pada

Sejarah Internet Di Dunia Dan Di Indonesia – Sebelum mengenal pengertian internet dan manfaat dari internet, ada baiknya bagi Anda untuk mengetahui sejarah internet di dunia dan sejarah internet di Indonesia dan bagaimana internet memasuki Indonesia.

Artikel ini akan menjelaskan sejarah internet sepenuhnya tetapi mudah dimengerti karena dalam artikel ini Anda juga menemukan ringkasan singkat dan singkat dari sejarah internet.

Sejarah Internet Di Dunia

sejarah internet
sejarah internet

Sejarah Internet dimulai pada tahun 1969 ketika Badan Penelitian Proyek Pertahanan (DAPRA) memutuskan untuk melakukan penelitian tentang cara menghubungkan banyak komputer untuk membentuk jaringan organik.

Mereka menghubungkan beberapa komputer berbasis UNIX melalui saluran telepon jarak jauh sehingga komputer dapat berkomunikasi satu sama lain. Dalam proyek ini, dirancang bagaimana jaringan, keandalan, dan seberapa banyak data atau informasi dapat ditransfer dari satu komputer ke komputer lainnya.

Tujuan pertama dari proyek ini adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Departemen Pertahanan AS) membuat sistem jaringan komputer yang disebarkan dengan menghubungkan komputer di daerah vital untuk mengatasi masalah dalam hal serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang dalam hal perang dapat dengan mudah dihancurkan.

Program ini dikenal sebagai ARPANET (Advance Research Projects Administration Network yang merupakan cikal bakal internet). Jaringan pertama dibangun untuk menghubungkan empat tempat, yaitu UCLA (Universitas California Los Angeles), UCSB (Universitas California Santa Barbara), Universitas Utah, dan SRI (Stanford Research Institute).

Pada 1970-an, lebih dari sepuluh komputer telah berhasil terhubung satu sama lain sehingga komputer mampu berkomunikasi satu sama lain dan membentuk jaringan.

Baca juga:
Pengertian Jaringan Komputer
Manfaat Jaringan Komputer
Topologi Jaringan Komputer

Hingga 1972, jaringan ini telah menghubungkan lebih dari 20 komputer. ARPANet adalah internetworking tulang punggung untuk pendidikan, penelitian, industri dan lembaga kontraktor, terutama yang terkait dengan jaringan militer.

Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program e-mail yang dibuatnya setahun lalu untuk ARPANET tepatnya pada tahun 1972. Program e-mail ini sangat mudah sehingga mudah menjadi populer. Juga tahun ini, simbol “@” juga diperkenalkan sebagai simbol penting yang menunjukkan “pada” atau “pada”.

Tahun ini jaringan juga telah menghubungkan lebih dari 20 komputer. ARPANet adalah internetworking tulang punggung untuk pendidikan, penelitian, industri dan lembaga kontraktor, terutama yang terkait dengan jaringan militer.

Setahun kemudian, tepatnya pada tahun 1973, jaringan komputer ARPANET (Advance Research Projects Administration Network) mulai dikembangkan di luar Amerika Serikat. Komputer pertama yang menjadi anggota jaringan ARPARET adalah komputer University College di London.

Pada tahun yang sama, datang Vinton Cerf dan Bob Kahn yang ahli komputer yang menyajikan ide yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran internet. Ide itu disajikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex.

Pada 26 Maret 1976, Ratu Inggris berhasil mengirim email dari Royal Signals and Radar Establishment at Malvern. Setahun kemudian, lebih dari 100 komputer yang bergabung dengan jaringan ARPANET membentuk jaringan.

Pada tahun 1979, Tom Truscott, Jim Ellis, dan Steve Bellovin membuat grup berita pertama bernama USENET. Pada tahun 1981, France Telecom menciptakan terobosan dengan memperkenalkan telepon televisi pertama, di mana dengan alat ini orang dapat saling menelepon ketika berhadapan dengan tautan video.

Karena komputer yang membentuk jaringan semakin berkembang, protokol resmi diperlukan yang diakui oleh semua jaringan. Oleh karena itu, pada tahun 1982 Protokol Kontrol Transmisi atau Protokol TCP dan Internet atau protokol IP dibentuk.

Tidak mau ketinggalan, Eropa muncul jaringan komputer saingan yang dikenal sebagai Eunet, yang Eunet menyediakan layanan jaringan komputer di negara-negara Belanda, Inggris, Denmark dan Swedia. The Eunet Network menyediakan layanan email dan surat kabar USENET.

Pada tahun 1984 sistem nama domain yang dikenal sebagai DNS atau Sistem Nama Domain diperkenalkan, DNS ini berguna untuk penyerangan alamat jaringan komputer. Karena komputer yang terhubung dalam jaringan yang ada melebihi 1.000 komputer dan 10.000 komputer pada tahun 1987.

Pada tahun 1988, Jarkko Oikarinen dari Finlandia adalah pengembang jaringan internet pertama yang memperkenalkan IRC atau Internet Relay Chat. Pada tahun 1989, komputer yang terhubung ke jaringan kembali melonjak 10 kali. Tercatat lebih dari 100.000 komputer kini membentuk jaringan.

1990 adalah tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee menemukan WWW yang merupakan editor dan program peramban. WWW dapat menjelajah antara satu komputer dan komputer lainnya, yang membentuk jaringan.

Pada tahun 1992, komputer yang terhubung satu sama lain untuk membentuk jaringan telah mencapai jutaan komputer dan di tahun yang sama istilah internet surfing muncul. Pada tahun 1994, situs internet telah tumbuh menjadi 3.000 halaman alamat dan untuk pertama kalinya belanja virtual atau e-retail muncul di internet. Dunia segera berubah. Di tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga pada saat yang sama kelahiran Netscape Navigator 1.0.

 

Inti Sejarah Singkat Internet

1972, Roy Tomlinson menyempurnakan program e-mail yang dibuatnya setahun sebelumnya untuk ARPANet dengan memperkenalkan ikon @ sebagai simbol penting yang berarti “di”.

1973, Jaringan ARPANet mulai dikembangkan di luar Amerika Serikat. Computer University College di London adalah komputer pertama di luar Amerika Serikat yang terhubung ke jaringan ARPANet.

1979, Tom Truscott, Steve Bellovin, dan Jim Ellis menciptakan newsgroup pertama bernama USENet.

1982, TCP / IP (Transmission Control Protocol / Internet Protocol) mulai digunakan sebagai protokol resmi yang diakui oleh semua jaringan.

1982, Di Eropa jaringan komputer saingan yang dikenal sebagai Eunet muncul, yang menyediakan layanan e-mail dan newsgroup USENet.

1984, Memperkenalkan sistem nama domain, yang sekarang dikenal sebagai DNS (Domain Name System) yang berfungsi untuk menyeragamkan sistem penamaan alamat pada jaringan komputer.

1986, NSFNET (National Science Foundation Network) dibangun dengan kecepatan backbone 56 Kbps. Banyak jaringan internasional mulai dibangun di beberapa negara dan terkait dengan NSFNET.

1988, Jarko Oikarinen dari Finlandia membuat dan memperkenalkan program IRC (Internet Relay Chat), yang merupakan program untuk mengobrol.

1989, Jumlah komputer yang terhubung ke jaringan kembali melonjak 10 kali. Lebih dari 100.000 komputer telah membentuk jaringan.

1990, Timothy Berners Lee, seorang ahli komputer Inggris membuat editor dan peramban program yang dapat menjelajah antara satu komputer dan komputer lain yang membentuk jaringan. Program ini disebut WWW (World Wide Web).

1990, DoD (Departemen Pertahanan) membubarkan ARPANet.
1992, Komputer yang terhubung ke jaringan telah melebihi 1.000.000 komputer, dan pada tahun yang sama istilah internet muncul.

1994, Pertama kali belanja virtual atau e-retail muncul di Internet. Pizza Hut On-line adalah contoh pertama dari aplikasi. Di tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga merupakan kelahiran Netscape Navigator 1.0.

2001, Internet mendapat QOS (Quality of Services) untuk suara dan video. Seiring berjalannya waktu, kualitas dan layanan keamanan internet terus meningkat hingga sekarang.

Baca juga: Pengertian Internet dan manfaatnya

 

Sejarah internet di Indonesia

Sejarah internet Indonesia dimulai pada awal 1990-an. Saat itu, jaringan internet di Indonesia lebih dikenal sebagai Network Society. M. Samik-Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto, Onno W. Purbo berarti sejumlah nama legendaris pada awal perkembangan Internet di Indonesia (1992 hingga 1994).

Setiap nama telah berkontribusi keahlian dan dedikasinya untuk menciptakan komputer atau PC dan jaringan Internet di Indonesia.

Artikel pertama di Internet di Indonesia terinspirasi oleh aktivitas radio amatir (ARC – Amateur Radio Club). Hanya dengan Harya Sudirapratama (YC1HCE) pemancar radio Amatir Radio SSB (Single Side Band) dan komputer Apple II-nya Onno W. Purbo (YC1DAV), puluhan pemuda ITB seperti Harya Sudirapratama, J. Tjandra Pramudito, Suryono Adisoemarta belajar ke senior amatir radio seperti Robby Soebiakto, Alm. Achmad Zaini Yos melalui pita radio amatir 40 m atau 7 MHz. Mereka membahas cara membuat jaringan komputer dengan radio menggunakan teknologi radio paket.

Robby Soebiakto saat itu bekerja di sebuah perusahaan, PT. USI IBM Jakarta dan dia adalah seorang ahli di kalangan amatir radio di Indonesia, khususnya di bidang komunikasi packet switching data melalui radio yang dikenal sebagai radio paket.

Teknologi radio paket TCP / IP untuk Internet diadopsi oleh rekan-rekan Robby Soebiakto di BPPT, LAPAN, UI, dan ITB yang akhirnya menjadi fondasi PaguyubanNet antara 1992 dan 1994.

Sejarah Internet di Indonesia 1998
Pada 1988, Robby Soebiakto meminta Onno W. Purbo yang saat itu di Hamilton, Ontario, Kanada diminta untuk mempelajari teknik jaringan internet berdasarkan protokol TCP / IP. Robby Soebiakto meyakinkan Onno W. Purbo bahwa masa depan teknologi jaringan komputer di dunia global akan didasarkan pada protokol TCP / IP.

Hal ini kemudian memicu penulisan buku jaringan komputer Internet berbasis TCP / IP oleh Onno W. Purbo dan rekan penulis Indonesia lainnya.

Robby Soebiakto juga mengoordinasikan alamat IP pertama AMPR-net (Amateur Packet Radio Network) yang dikenal menggunakan domain AMPR.ORG dan IP 44.132. AMPR-net Indonesia kemudian dikoordinasikan oleh Onno W. Purbo pada tahun 2000. Salah satu kegiatan AMPR-net adalah untuk mengkoordinasikan kegiatan anggota ORARI melalui mailing listORARI, orari-news@yahoogroups.Com.

Pada awal pengembangan jaringan paket radio di Indonesia, Robby Soebiakto adalah salah satu pelopor di kalangan amatir radio Indonesia yang menghubungkan jaringan amatir Sistem BBS-Buletin Board.

BBS adalah jaringan e-mail yang mengirim e-mail melalui server / komputer BBS yang menghubungkan seluruh BBS global radio amatir “server” BBS sehingga e-mail dapat berjalan dengan sangat lancar.

Komunikasi yang dilakukan oleh Onno W. Purbo yang waktu itu di Kanada dengan sesama amatir radio di Indonesia berlanjut hingga awal 1990-an. Menggunakan perangkat PC / XT dan walkie talkie 2 meter, komunikasi antara Indonesia dan Kanada dilakukan melalui jaringan radio amatir. Robby Soebiakto akhirnya berhasil membuat gateway satelit amatir di rumahnya di daerah Cinere.

Dengan menggunakan bantuan satelit OSCAR yang dimiliki oleh radio amatir, lebih banyak komunikasi antara Indonesia dan Kanada berjalan cepat. Pengetahuan secara perlahan ditransfer dan berkembang melalui jaringan radio amatir ini.

Sejarah Internet di Indonesia 1992-1993
Pada tahun 1992-1993, Muhammad Ihsan, seorang peneliti di LAPAN Ranca Bungur yang menggunakan pemimpinnya, Mak Adrianti, menjalin kerja sama dengan DLR (lembaga penelitian luar angkasa Jerman), mereka mencoba berbagi jaringan komputer menggunakan teknologi radio paket dalam pita 70 cm dan dua m.

Setelah itu, Muhammad Ihsan menjadi promotor mengemudi di LAPAN untuk membuat dan mengoperasikan satelit buatan LAPAN Indonesia yang dikenal sebagai LAPAN TUBSAT dan INASAT.

Jaringan LAPAN juga dikenal sebagai JASIPAKTA dan didukung oleh DLR. Muhammad Ihsan mengoperasikan relai penghubung antara ITB Bandung menggunakan gateway Internet yang ada di BPPT. Di BPPT, Firman Siregar mengoperasikan gateway radio paket yang berfungsi pada pita 70 sentimeter. Sebuah PC 386 sederhana yang menjalankan program NOS pada sistem operasi DOS digunakan sebagai gateway radio paket TCP / IP. IPTEKNET masih dalam tahap awal perkembangannya.

Sejarah Internet di Indonesia 1994
Tanggal 7 Juni 1994, Randy Bush berasal dari negara bagian Portland, Oregon, Amerika Serikat melakukan ping IPTEKNET dan melaporkan hasilnya kepada rekan-rekannya di Natonal Science Foundation Amerika Serikat (NSF).

Laporan Randy Bush menyatakan waktu yang diharapkan untuk “ping” pertama dari Indonesia ke Amerika Serikat, yang kira-kira 750 miliar dtk melalui jaringan leased line dengan kecepatan 64 Kbps.

Nama lain yang tidak kalah berharga adalah Pak Putu. Ia membuat PUSDATA DEPRIN pada masa kepemimpinan Menteri Perindustrian Tungki Ariwibowo saat menjalankan BBS pusdata.Dprin.Go.Id.

Pada masa awal pengembangan BBS, Pak Putu sangat berperan dalam mempopulerkan penggunaan e-mail, khususnya di Jakarta. Kegiatan Pak Putu didukung oleh Menteri Perindustrian Tungki Ariwibowo yang tertarik dengan komputer dan internet. Pak Tungki adalah menteri pertama di Indonesia yang menjawab emailnya sendiri.

Pada akhir tahun 1992, Suryono Adisoemarta kembali ke Indonesia. Kesempatan itu tidak terlewatkan oleh anggota ITB Amateur Radio Club (ARC), seperti, Aulia K. Arief, Arman Hazairin, Basuki Suhardiman yang didukung oleh Adi Indrayanto untuk mencoba menyebarkan paket radio gateway di ITB.

Dimulai dengan semangat serta memiliki PC yang digunakan 286, ITB juga pindah ke jaringan PaguyubanNet. Institusi lain seperti UI, BPPT, LAPAN, PUSDATA DEPRIN yang pertama kali terhubung ke jaringan internet memiliki fasilitas yang jauh lebih baik daripada ITB. Di ITB, modem radio paket dalam bentuk Pengontrol Terminal Node (TNC) berarti alat pinjaman berasal dari Muhammad Ihsan dari LAPAN.

Saat masih belajar di University of Texas di Austin, Texas, Suryono Adisoemarta menghubungkan Amateur TCP / IP Radio Austin ke gateway Internet untuk pertama kalinya di gedung Teknik Kimia dan Perminyakan Universitas Texas, Amerika Serikat. Sejak saat itu, komunitas Austin Texas TCP / IP Amateur Radio telah terhubung ke jaringan TCP / IP di seluruh dunia.

Pengetahuan ini kemudian diterapkan oleh Suryono Adisoemarta ketika mengembangkan paket radio di ITB. Suryono Adisoemarta, yang kemudian membawa nama panggilan YD0NXX sebagai kekuatan pendorong teknologi satelit Amatir Radio dan teknologi Amateur Packet Reporting System (APRS) yang memungkinkan kita untuk melihat posisi stasiun radio amatir di peta di Internet yang dapat dilihat di situs http: // aprs .Fi.

Mulai dari 1200 bps teknologi paket radio berkecepatan rendah, ITB kemudian mengakuisisi koneksi leased line 14,4 Kbps ke RISTI. Telkom menjadi bagian dari IPTEKNET asal pada tahun 1995. Akses internet permanen disediakan secara gratis kepada rekan-rekan lain, terutama PaguyubanNet.

Sejarah Internet di Indonesia 1996
September 1996 adalah tahun transisi untuk ITB, karena hubungan antara ITB dan jaringan riset Interkoneksi Internet Asia (AI3) sehingga memperoleh 1,5 M bps bandwidth ke Jepang yang terus ditambahkan menggunakan koneksi ke TelkomNet & IIX sebagai sebanyak 2 Mbps.

ITB akhirnya menjadi salah satu bagian terpenting dalam jaringan pendidikan di Indonesia yang menyebut dirinya AI3 Indonesia yang menghubungkan lebih dari 25 forum pendidikan di Indonesia pada 1997-1998.

Jaringan pendidikan menjadi lebih menonjol ketika teks kami ditulis, dengan keberadaan JARDIKNAS dan operasi yang melekat pada DIKNAS dan menghubungkan sekitar 15.000 lebih sekolah Indonesia ke Internet yang akan menjadi media untuk mendidik masyarakat Indonesia untuk berkompetisi di masa mendatang. era globalisasi.

Silahkan berkomentar dengan relevan